Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Astronomi. Tampilkan semua postingan
Anak Matahari - Fenomena Langka Alam dari Pusat Tata Surya
![]() |
| Sun Dog (Anak Matahari) |
Apakah Anda pernah mendengar
fenomena ditemukannya anak
matahari? Jika belum, apakah
yang ada di benak Anda begitu
mendengar anak matahari?
Apakah matahari juga memiliki
sistem reproduksi seperti halnya
manusia sehingga juga mampu
memiliki anak matahari? Jika
matahari mempunyai anak,
apakah anak matahari ini yang
akan menggantikan matahari
sebagai pusat tata surya kita?
Fenomena ditemukannya anak
matahari benar adanya dan
terjadi pada 2010 silam. Namun
tunggu dulu, jangan kita
langsung berpikir bahwa itu
sebagai tanda kiamat akan
datang karena penemuan anak
matahari merupakan gejala alam
yang sangat langka. Jangan pula
dikait-kaitkan dengan adanya
campur tangan alien dari planet
lain, sampai anggapan bahwa
langit akan runtuh. Fenomena ini
memang pernah terjadi.
Fenomena Alam Langka dari
Sang Surya
Anak matahari ini sebenarnya
berdasarkan hasil rekaman
teleskop Herschel dari Badan
Luar Angkasa Eropa (ESA) pada
bulan Mei 2010. Teleskop
Herschel yang disebut juga
dengan RCW 120 itu menangkap
citra gelembung gas atau embrio
bintang yang diperkirakan
memiliki massa jauh lebih besar
daripada matahari. Ternyata
bintang di pusat tata surya kita
bisa melahirkan bintang baru,
bahkan bisa memunculkan
planet baru sehingga tak
mustahil jika bisa melahirkan
calon gelembung gas sebagai
embrio anak matahari.
Embrio gelembung gas yang
merupakan sebagai calon anak
matahari yang tertangkap oleh
teleskop Herschel dengan
bantuan detektor inframerah
yang dimilikinya. Detektor
inframerah ini mampu melihat
materi yang memiliki suhu
rendah dan bisa melahirkan
bintang sehingga teleskop
tersebut bisa menangkap embrio
gelembung gas anak matahari.
Teleskop Herchel ini juga mampu
menjelaskan bagaimana proses
terbentuknya anak matahari.
Lalu bagaimana calon anak
matahari tersebut bisa
terbentuk? Calon anak matahari
yang tertangkap dalam citra
teleskop Herchel tersebut terlihat
mirip gumpalan berwarna putih
yang berada di bagian bawah
gelembung gas.
Nah, embrio anak matahari itu
diperkirakan akan terus tumbuh
menjadi sebuah bintang anak
matahari yang besar, bahkan
paling besar dengan memiliki
pancaran sinar yang paling cerah
dalam galaksi selama ratusan
ribu tahun ke depan. Embrio
anak matahari tersebut pada
saat terekam citra teleskop
memiliki massa berkisar delapan
sampai sepuluh kali lebih besar
dari massa matahari.
Apakah embrio anak matahari itu
nantinya akan menjadi matahari
dan bisa menggantikan matahari
sebagai pusat tata surya?
Tunggu dulu, tidak selamanya
embrio anak matahari akan
tumbuh menjadi matahari
sungguhan. Mengapa demikian?
Berdasarkan pengamatan dari
teleskop Herschel, bila embrio
anak matahari yang
mengandung gas dan debu, lalu
gas dan debu tersebut banyak
yang berjatuhan di sekitar calon
anak matahari, embrio anak
matahari tersebut memiliki
potensi sebagai salah satu objek
yang sangat besar dalam Galaksi
Bima Sakti.
Apakah embrio anak matahari ini
nantinya bisa berfungsi sebagai
pusat tata surya? Embrio anak
matahari tersebut berfungsi
sebagai pengontrol evolusi kimia
serta kedinamisan galaksi.
Embrio anak matahari ini juga
sebagai bintang besar nantinya
sebagai pencipta elemen berat
semacam besi yang akan
menempati ruang antar bintang.
Ketika embrio anak matahari
tersebut tumbuh menjadi
bintang yang besar dan berakhir
melalui sebuah ledakan
supernova, embrio anak
matahari tersebut bisa
memberikan energi besar untuk
galaksi.
Nah, berdasarkan penjelasan di
atas, jangan berasumsi terlebih
dahulu dengan fenomena anak
matahari sebagai pengganti
matahari di pusat tata surya kita.
Fenomena anak matahari ini bisa
dikatakan sebagai proses
terbentuknya bintang baru,
seperti halnya seringkali kita
mendengar munculnya planet
baru dalam pusat tata surya kita.
Hanya saja, bentuknya berupa
gas yang mirip dengan material
matahari sehingga muncul
anggapan bahwa itu merupakan
embrio anak matahari.
Fenomena Alam dalam Sistem
Tata Surya yang Menyerupai
Anak Matahari
Fenomena alam dalam sistem
tata surya kita yang menyerupai
anak matahari juga banyak
terjadi di belahan dunia lain.
Fenomena alam yang disebut
sebagai anak matahari ini
merupakan fenomena alam yang
tidak perlu ditakutkan, apalagi
diasumsikan sebagai tanda
bahwa dunia ini akan binasa.
Sebenarnya, fenomena alam yang
muncul termasuk anak matahari
ini disebabkan oleh efek dari
material yang dimiliki anggota
tata surya kita sendiri. Salah
satunya adalah fenomena
atmosferik yang mampu
memperlihatkan seolah-olah
matahari memiliki anak matahari.
Selain fenomena anak matahari,
apakah Anda masih ingat
dengan fenomena ditemukannya
ratusan planet baru dalam sistem
tata surya kita? Terjadinya
fenomena planet pluto yang
hilang dari lintasannya?
Meledaknya bintang besar
dengan ledakan supernova yang
bisa membentuk bintang lain
atau fenomena meteor jatuh ke
bumi sampai fenomena sehati
tanpa adanya bayangan
matahari?
Nah, itu semua bisa terjadi
karena efek dari material yang
dimiliki anggota tata surya kita.
Hampir sama halnya dengan
berapa hari matahari
mengelilingi bumi dan
sebaliknya. Jadi, jangan heran
bila ada fenomena anak
matahari.
Lalu apa fenomena alam di tata
surya kita yang menyerupai atau
disebut dengan anak matahari
itu? Selain dari penemuan
embrio anak matahari oleh
teleskop Herschel dari ESA, ada
beberapa fenomena anak
matahari yang lainnya dengan
proses terbentuknya yang tak
kalah menariknya dari embrio
anak matahari. Berikut fenomena
terbentuknya anak matahari.
Fenomena Anak Matahari Sun
Dog
Mengapa fenomena anak
matahari ini disebut sebagai
anak matahari Sun Dog? Apakah
anak matahari tersebut
menyerupai anjing? Tentu saja
bukan. Fenomena anak matahari
Sun Dog ini merupakan
fenomena matahari terlihat
memiliki beberapa anak di kedua
sisinya dan selalu berdampingan,
seperti anak anjing yang selalu
mengikuti majikannya. Oleh
karena itu, fenomena anak
matahari ini disebut dengan Sun
Dog. Bentuknya tetap seperti
matahari bukan seekor anjing,
hanya saja bentuknya lebih kecil
dari matahari sebenarnya.
Lalu bagaimana fenomena anak
matahari Sun Dog ini bisa
terjadi? Apakah matahari bisa
membelah diri seperti halnya
amuba? Tepatnya tidak seperti
itu. Anak matahari Sun Dog ini
terjadi dari fenomena atmosferik.
Fenomena sebagai dasar
terbentuknya anak matahari ini
sudah dikenal dalam dunia sains.
Dengan kata lain, fenomena anak
matahari Sun Dog ini sudah
lumrah terjadi dan bukan
sebagai suatu keanehan lagi.
Fenomena anak matahari Sun
Dog ini dalam dunia sains
disebut dengan Parhelion,
sebagai pembentuk parhelic
cicle. Nah, anak matahari Sun Dog
ini muncul bersamaan dengan
parhelic circle tersebut.
Apa itu parhelic circle yang
muncul bersama proses
terjadinya anak matahari Sun
Dog? Parhelic circel ini
merupakan garis lengkung
berwarna putih yang bisa
menembus matahari. Terjadinya
parhelic circle tidak sama dengan
anak matahari Sun Dog. Jika
dalam anak matahari Sun Dog
posisi lempengan es kristal
berbentuk horizontal, tetapi
dalam parhelic circle posisi
lempengan es kristal berbentuk
vertikal. Parhelic circle ini juga
mengiringi proses terjadinya
anak matahari Sun Dog.
Sebenarnya fenomena anak
matahari Sun Dog ini jarang
sekali terjadi karena terjadi
ketika atmosfer mengalami
peristiwa atmosferik yang
langka. Jadi, fenomena anak
matahari Sun Dog ini tidak terjadi
setiap waktu, hanya waktu-
waktu tertentu. Berikut proses
terjadinya anak matahari Sun
Dog.
1) Fenomena anak matahari Sun Dog terjadi ketika cahaya matahari menembus lempengan es kristal hexagonal yang ada di langit.
2) Cahaya matahari yang menembus tersebut akan berbelok dan membentuk sudut 22 derajat.
3) Dari cahaya matahari yang membentuk sudut 22 derajat tersebut akan muncul cahaya matahari tambahan di kedua sisi kiri dan kanan matahari.
4) Munculnya cahaya lain di sisi kiri dan kanan matahari ini bentuknya seperti matahari namun berukuran lebih kecil sehingga disebut dengan anak matahari.
5) Ketika anak matahari Sun Dog berada dekat dengan matahari, akan mengalami perubahan warna, yaitu berwarna merah dari sebelumnya kuning. Namun jika anak matahari Sun Dog menjauhi matahari, warnanya berubah menjadi kebiruan.
Matahari yang membentuk lengkungan 22 derajat tersebut memiliki cahaya di kedua sisinya. Cahaya yang terbentuk di kedua sisi matahari tersebut disebut dengan anak matahari Sun Dog.
Mengenal Sistem Penamaan Asteroid
Seperti halnya penamaan bintang
atau planet, penamaan
asteroid pun memiliki tata cara tertentu. Ada asteroid 4 Vesta, ada asteroid 99942 Apophis, ada pula asteroid yang dinamai 2012 Da14.
Astronom amatir Ma'rufin Sudibyo mengatakan, "Pemberian nama untuk benda-benda luar angkasa tidak bisa dilakukan
sembarangan. Ada badan khusus yang berwenang melakukan itu."
Badan yang dimaksud adalah International Astronomical Union (IAU). IAU merupakan
wadah tempat berkumpulnya peneliti dan pakar astronomi dunia. Hingga kini, IAU memiliki 10.871 anggota perorangan dari 93 negara.
Dari ke-93 negara itu, 73 di antaranya adalah negara anggota.
Nama benda luar angkasa tak serta-merta langsung diberikan. Sesaat setelah berhasil diamati dan terdeteksi, benda itu diberi kode sebagai nama sementara (provisional designation).
Pemberian kode ini bertujuan untuk mempemudah proses
dokumentasi dan
pengelompokan benda luar angkasa tersebut. Sistem ini
berlaku untuk semua obyek luar angkasa yang teramati,
termasuk asteroid.
Pemberian kode pun memiliki arti tertentu. Sebagai contoh,
nama asteroid 2012 DA14,
yang melintas dekat Bumi pada Sabtu dini hari lalu, punya arti tertentu.
"2012" menandakan tahun teramatinya asteroid tersebut.
Huruf "D" berarti asteroid tersebut terdeteksi antara
tanggal 16 dan 29 Februari," urai Ma'rufin saat dihubungi Kompas.com, Selasa
(19/2/2013).
"Sementara itu, huruf kedua menandakan urutan obyek yang berhasil terdeteksi pada pertengahan bulan itu.
Terakhir, angka '14'
bermakna kode 'DA' pada asteroid ini adalah urutan
ke-14," tambahnya.
Pada kasus 2012 DA14, berarti asteroid tersebut adalah asteroid pertama yang terdeteksi pada bulan Februari tahun 2012 antara tanggal 16 dan 29 Februari.
Asteroid 2012 DA14
terdeteksi kali pertama oleh peneliti di Observatorio Astronomica de la Sagra, Spanyol, tanggal 16 Februari
2012.
Asteroid yang memiliki nama "panggilan" seperti Apophis dan Vesta berarti orbitnya telah diketahui.
Contoh, asteroid Apophis saat ditemukan kali pertama dinamai 2004 MN4. Artinya, asteroid ini ditemukan pada tahun 2004. Asteroid
kemudian memperoleh nomor permanen 99942 setelah orbitnya diketahui. Setelah itu,
barulah nama "panggilan" ditetapkan, yakni Apophis.
BENARKAH PLUTO SEBUAH PLANET??
Ada perbedaan pendapat mengenai pengelompokan Pluto sebagai Planet. Pluto dikelompokan pada planet kesembilan segera setelah penemuannya dan pengelompokan ini sudah berjalan selama 75 tahun. Akan tetapi, pada tanggal 24 Agustus 2006, IAU (Internasional Astronomical Union) - Perserikatan Astronomi Internasional- memutuskan pengertian baru tentang planet dan dan tidak memasukan Pluto sebagai planet. Menurut pengertian IAU, sistem Tata Surya kita memiliki delapan planet, yaitu:
Merkurius
Venus
Bumi
Mars
Yupiter
Saturnus
Uranus dan
Neptunus.
Pluto dikelompokan sebagai planet kecil, dan planet kecil tidak sama dengan planet yang sesungguhnya.
Perbedaan pendapat mengenai status Pluto sebagai planet terjadi selama beberapa tahun.
Ahli astronomi membuat hipotesis adanya kelompok besar dari benda beku yang berada dalam Sabuk Kuiper. Sabuk Kuiper terdapat pada pinggiran Tata Surya kita. Benda pada Sabuk Kuiper pertama ditemukan pada awal tahun 1990. Para ilmuwan mengakui bahwa Pluto yang ditemukan pada tahun 1930, sebenarnya hanyalah satu dari beberapa benda dalam Sabuk Kuiper. Dalam hal susunan dan orbitnya, Pluto berbeda dengan delapan planet yang lain, tetapi mempunyai kemiripan dengan benda-benda yang ada di Sabuk Kuiper. Sampai tahun 2003, Pluto masih merupakan benda terbesar dalam Sabuk Kuiper hingga ditemukan 2003 UB(313).
Timbullah pertanyaan tentang status Pluto sebagai planet seutuhnya.
Untuk saat ini dikenal tiga kelas untuk benda-benda diTata Surya, yaitu: Planet, Planet Kerdil, Dan benda-benda kecil lainnya. Planet Tata Surya sekarang terdiri dari delapan planet dan tidak memasukan Pluto. Pluto termasuk "PLANET KERDIL", sama dengan 2003 Ub (313), asteroid Ceres, Quoaoar, dan Sedna.
Benda kecil lainnya adalah asteroid kecil, komet dan meteroid.
Pengertian Lubang Cacing dan Bagaimana Itu Bisa Dibuat
Lubang cacing? Apakah itu lubang yang dipenuhi cacing? Atau apakah itu lubang yang bentuknya seperti tubuh cacing? Apakah itu temannya lubang hitam? Benarkah dia bisa dipakai untuk perjalanan waktu? Bagaimana kita membuatnya? KENAPA PERTANYAANNYA BANYAK BEGINI???
Hehehe masalah mengenai lubang cacing ini memang agak rumit. Sejak zaman Einstein, para ilmuwan sudah dibuat pusing oleh terowongan yang satu ini. Agar tidak rumit, kita pakai penjelasan dari Dr. Kip S. Thorne (California Institute of Technology) untuk menjelaskan apa itu wormhole. Ilustrasinya seperti ini: bayangkan kamu adalah seekor semut yang tinggal di permukaan sebuah apel. Apel tersebut digantung di langit-langit dengan menggunakan tali yang sangat tipis sehingga tidak bisa kamu panjat. Kamu tidak bisa pergi kemana-mana selain di permukaan apel. Permukaan apel itu menjadi alam semestamu. Nah, sekarang bayangkan apel itu berlubang dimakan ulat. Lubangnya menembus si buah apel. Dengan adanya lubang itu, kamu bisa berpindah ke sisi lain permukaan apel dengan dua cara, yaitu: lewat jalan biasa, yaitu permukaan apel (alam semesta), atau lewat jalan pintas, yaitu lubang yang sudah dibuat si ulat (wormhole).
Secara teori, kita bisa membangun wormhole. Caranya? Supaya ruang-waktu bisa terlipat dibutuhkan materi dan energi yang sangat luar biasa, jadi kita tinggal mencari materi yang sangat padat di luar angkasa sana, sebut saja, dari bintang netron (bintang super kecil dan padat).
Seberapa banyak? “Secukupnya” – sampai bisa membentuk cincin raksasa seukuran orbit Bumi mengelilingi Matahari. Kemudian, buat cincin lagi di ujung yang lain. Setelah konstruksi cincin raksasa di kedua ujung tersebut selesai, berikan tegangan listrik yang sangat tinggi, pada kedua ujungnya, diputar sampai mencapai laju cahaya — dua-duanya, dan voila, perjalanan lintas ruang-waktu seketika.
Ilustrasi perjalanan ruang angkasa menggunakan lubang cacing
Alam semesta kita ini mengikuti hukum fisika. Yang namanya hukum pasti ada yang dibolehkan tapi ada yang tidak. Nah, apakah hukum fisika memungkinkan adanya wormhole? Ya! Sayangnya, masih menuruti hukum fisika, wormhole mudah runtuh sehingga tak ada yang bakal selamat melewatinya. Supaya tidak runtuh, kita harus memasukkan materi yang berenergi negatif, yang mengeluarkan semacam gaya anti-gravitasi yang mampu menahan wormhole dari keruntuhan.
Pertanyaan berikutnya yang muncul adalah apakah ada materi berenergi negatif? Jawaban yang diberikan oleh para fisikawan yang telah mengupas hukum-hukum fisika secara mendetil dengan menggunakan ilmu matematika adalah ada! Namun keberadaannya hanya sesaat dan dalam jumlah yang sangat sedikit.
Andaikan ada insinyur hebat yang ingin mempertahankan wormhole tidak runtuh. Masih belum mungkin juga ia mengumpulkan energi negatif di dalam wormhole sejumlah yang diperlukan supaya wormhole itu bisa dilalui. Seandainya pun hukum fisika memungkinkan adanya wormhole, kemungkinan besar wormhole tidak terjadi secara alami, tapi harus dibuat dan dijaga supaya tidak runtuh dengan suatu teknologi tertentu. Teknologi kita saat ini masih sangat jauh dari itu. Teknologi wormhole masih sulit, seperti halnya pesawat ruang angkasa bagi manusia purba. Tapi, sekalinya teknologi wormhole ini bisa dikuasai, ia akan menjadi sarana praktis untuk transportasi antarbintang. Ini menjadi tantangan bagi kita dan generasi berikutnya.
Astronom Temukan Planet Raksasa Tanpa Bintang
Para
astronom berhasil menemukan planet raksasa yang tak memiliki bintang
induk. Temuan ini memberi pandangan baru mengenai planet. Seperti apa?
Terdapat dua tim melakukan studi planet menggunakan gravitasi tingkat
mikro guna menganalisa 10 juta bintang di Bima Sakti. Selama pencarian
dua tahun, ditemukan 10 planet raksasa seukuran Yupiter di bintang terdekat.
Beberapa di antaranya mengambang bebas di galaksi Bima Sakti dan tak
memiliki bintang induk. Seperti diketahui, teori planet menyebutkan,
planet terbentuk dari debu dan gas bintang.
Temuan yang diterbitkan
dalam jurnal Nature ini memberi pandangan baru mengenai pengetahuan
tentang planet. Sejak pencarian pertama pada 1995, kini ditemukan lebih
dari 500 planet tanpa bintang.
Uniknya, temuan ini menjadi temuan pertama planet tanpa bintang berukuran raksasa.
Jurnal Nature menyebutkan, planet tanpa bintang ini merupakan planet
yang jauh dari bintang induknya. Alhasil, planet-planet ini tak lagi
dipengaruhi gravitasi bintang.
Langganan:
Postingan (Atom)










